Di Eropa sajaportabelevpengisi dayaPengisi daya yang memenuhi standar ini dapat digunakan pada kendaraan listrik murni plug-in dan kendaraan hibrida plug-in yang sesuai. Karena pengisi daya tersebut memiliki fungsi perlindungan seperti deteksi kebocoran DC murni Tipe A +6mA, pemantauan pentanahan saluran, pembatasan arus pengisian, dan pencegahan sengatan listrik, maka dapat meminimalkan kemungkinan bahaya.
IEC 62752 Perangkat kontrol dan proteksi kabel (IC-CPD) untuk pengisian daya mode 2 kendaraan listrik jalan raya
Perangkat kontrol dan proteksi dalam kabel untuk pengisian daya mode 2 kendaraan listrik jalan raya (IC-CPD)
IEC 62752 Perangkat kontrol dan proteksi dalam kabel (IC-CPD) untuk pengisian daya Mode 2 kendaraan listrik jalan raya, selanjutnya disebut sebagaiIC-CPD, termasuk fungsi kontrol dan keselamatan.
Standar ini berlaku untuk peralatan portabel yang secara simultan melakukan deteksi arus residual, perbandingan nilai arus ini dengan nilai operasi yang tersisa, dan pemutusan sirkuit proteksi ketika arus residual melebihi nilai tersebut.
Produk pengisi daya portabel IC-CPD dapat dihubungkan ke soket 16A pada jaringan distribusi daya rumah. Namun, di sebagian besar negara Eropa, arus aktual yang digunakan oleh produk ini saat dihubungkan ke soket rumah tangga dibatasi hingga 12A. Di Prancis, batasnya adalah 10A.
Pada ujung steker rumah tangga yang sesuai, elemen pengukur suhu dapat dipasang untuk memantau suhu steker. Dalam keadaan abnormal, sirkuit dapat diputus tepat waktu untuk memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen.
Produk IC-CPD pengisi daya portabel juga dapat memantau secara instan apakah jaringan kabel sudah benar. Misalnya, jika kabel ground secara tidak sengaja hilang, menyebabkan kegagalan perlindungan kontak tidak langsung, IC-CPD akan secara akurat mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah kegagalan tersebut.
Isi utama tes:
9.2 Deskripsi kondisi pengujian
9.3 Tes Ketidakmampuan Menghapus Tanda
9.4 Verifikasi perlindungan terhadap sengatan listrik
9.5 Uji sifat dielektrik
9.6 Uji kenaikan suhu
9.7 Verifikasi karakteristik pengoperasian
9.8 Verifikasi ketahanan mekanik dan listrik
9.9 Verifikasi kinerja IC-CPD dalam kondisi arus berlebih
9.10 Verifikasi ketahanan terhadap guncangan dan benturan mekanis
9.11 Uji ketahanan panas
9.12 Ketahanan panas dan api dari bahan isolasi
9.13 Verifikasi pengujian mandiri
9.14 Memverifikasi kinerja IC CPD di bawah kondisi kehilangan tegangan suplai
9.15 Verifikasi batas arus non-operasional dalam kondisi arus berlebih
9.16 Verifikasi resistansi terhadap pemutusan arus ke tanah yang tidak perlu yang disebabkan oleh arus lonjakan yang disebabkan oleh tegangan impuls.
9.17 Verifikasi keandalan
9.18 Ketahanan terhadap penuaan
9.19 Resistansi Pelacakan
9.20 Pin pengujian yang dilengkapi dengan selongsong isolasi
9.21 Uji kekuatan mekanik pin non-padat pada steker
9.22 Memverifikasi pengaruh regangan pada konduktor
9.23 Periksa torsi yang diberikan oleh IC CPD pada soket tetap.
9.24 Uji jangkar tali
9.25 Uji lentur IC CPD yang tidak dapat dilepas
9.26 Verifikasi kompatibilitas elektromagnetik (EMC)
9.27 Pengujian sebagai pengganti verifikasi jarak rambatan dan celah
9.28 Verifikasi komponen elektronik individual yang digunakan dalam IC CPD
9.29 Beban kimia
9.30 Pengujian termal di bawah radiasi matahari
9.31 Ketahanan terhadap radiasi ultraviolet (UV)
9.32 Pengujian kelembapan dan semprotan garam di lingkungan laut dan pesisir
9.33 Uji panas lembap di lingkungan tropis
9.34 Kendaraan yang lewat
Waktu posting: 08-Nov-2023